Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten/Kota

Diskominfo РMadina. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang, dan kedua faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai terutama dalam 1.000 HPK. Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badannya berada di bawah minus dua standar deviasi panjang atau tinggi anak seumurnya, standar dimaksud terdapat pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan beberapa dokumen lainnya.

Kekurangan gizi tidak saja membuat stunting, tetapi juga menghambat, memicu penyakit dan menurunkan produktivitas seperti, gagal tumbuh (Berat badan rendah, kecil, pendek dan kurus), hambatan perkembangan kognitif dan motorik (Berpengaruh pada perkembangan otak dan keberhasilan pendidik) dan gangguan metabolik pada usia dewasa (Meningkatkan resiko penyakit tidak menular (diabetes, obesitas, stroke, penyakit jantung).

Kerangka konsep penyebab dan pencegahan stunting di Indonesia dilihat dari asupan gizi dan status kesehatan yaitu ketahanan pangan, lingkungan sosial, lingkungan kesehatan dan lingkungan pemukiman.

Mengembangkan sistem jaminan gizi dan tumbuh kembang anak melalui:

  1. Mempercepat pemberian jaminan asupan gizi sejak dalam kandungan
  2. Memperbaiki pola asuh keluarga
  3. Memperbaiki fasilitas air bersih dan sanitasi lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak

Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan dan SDA, Drs. Mhd. Syafe’i Lubis, M.Si buka acara “Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)” di Aula Kantor Bappeda Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Jum’at (25/10/2019).

Rakortek ini diikuti oleh 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Rakortek ini diadakan untuk menindaklanjuti “Mendorong Konvergensi Program Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting)” pada tanggal, 01 s.d 04 Oktober 2019 di Jakarta yang dihadiri oleh Bupati Mandailing Natal, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Disamping itu, Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2020 mendatang merupakan Daerah Fokus Intervensi Penurunan Anak Kerdil (Stunting) terintegrasi, sehingga dibutuhkan langkah-langkah konkrit dan Strategis untuk mendukung 8 (delapan) aksi Konvergensi Stunting terintegrasi untuk mendukung Pelaksanaan Aksi 1 (Analisis Situasi) dan Aksi 2 (Rencana Kegiatan).

Tim Redaksi