Kultum di Masjid Agung Nur Ala Nur, Ustad Henri Bahas Zakat Fitrah

Panyabungan, Diskominfo – Selama bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) rutin menggelar salat zuhur berjamaah, kultum, dan tadarus di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.

Senin (25/4/2022) ini kultum diisi oleh Ustad Henri dengan tema zakat fitrah. “Seperti yang kita tahu, zakat fitrah merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan oleh umat muslim,” kata Ustad Hendri memulai ceramahnya.

Ustad Henri mengatakan seorang yang memiliki pengetahuan tentang agama wajib untuk mengedukasi umat muslim agar lebih dekat dengan ajaran-ajaran Islam.

Ustad Henri menyampaikan zakat fitrah merupakan zakat yang dikeluarkan sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Hukum mengeluarkan zakat fitrah adalah wajib bagi setiap muslim.

Guru Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru itu menjelaskan, zakat fitrah dilakukan pada bulan Ramadan sebagai upaya menyucikan diri dari perbuatan dan ucapan yang tidak berguna. Sehingga, ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, umat muslim dapat kembali suci atau fitrah.

Lebih lanjut, Ustad Henri mengatakan zakat sangat berguna bagi kehidupan dunia maupun akhirat, yaitu sebagai bentuk membersihkan harta dari yang bukan hak kita.

“Dengan mengeluarkan zakat, kita juga telah menolong kepada sesama umat Islam dengan memberikan sebagian harta kita agar para penerima zakat dapat menjalankan ibadah dengan baik tanpa perlu kesulitan lagi,” katanya.

Dengan melaksanakan zakat, Ustad Henri mengatakan, maka manusia telah menggugurkan kewajiban yang merupakan bagian dari rukun Islam tersebut.
“Selain itu, kita juga telah berupaya untuk berbagi rezeki kepada orang-orang yang membutuhkan. Semoga Allah SWT menerima amalan zakat fitrah kita di tahun ini,” katanya. (*)