Kotanopan Jadi Pusat Pelaksanaan Hari Pahlawan di Mandailing Natal

Ada yang berbeda tahun ini dalam memperingati Hari Pahlawan Nasional di Mandailing Natal, kali ini, Kecamatan Kota Nopan menjadi pusat peringatan Hari Pahlawan karena memang, daerah ini merupakan sarangnya Pahlawan Nasional dari Tanah Mandailing.

Bupati Mandailing Natal H.M.Jakfar Suheri Nasution memilih Kota Nopan menjadi pusat pelaksanaan Hari Pahlawan karena menilai bahwa Kota Nopan merupakan Kota Pejuang Karena kota ini melahirkan banyak pejuang kemerdekaan walaupun nama tokoh pejuang tersebut tidak tercatat dalam buku sejarah RI.

Kotanopan juga Kata Bupati, menjadi tempat kelahiran Jenderal Besar A.H. Nasution dan H. Adam Malik berasal. Tidak hanya itu, Kotanopan juga menjadi sebuah stasiun mantan misi Mennoite Belanda di Sumatera.

Dari Catatan Madinapos yang dikutip dari berbagai sumber, di kecamatan ini, terdapat beberapa bangunan bersejarah seperi Pasanggarahan Kota Nopan atau Wisma Pasanggarana yang saat itu menjadi kediaman Controuler Mandailing Natal pada masa kolonial Belanda .

Ditempat ini juga Presiden Soekarrno mengadakan rapat akbar untuk mensosialisasikan kemerdekaan dan mengajak warga Sumatera untuk mempertahankan kemerdekaan pada tanggal 16 Juni 1945.

Pada bulan Juni 1948 pun Soekarno hadir kembali ke Kotanopan untuk menenangkan gejolak dan menyatukan rakyat di Sumatera yang ingin merdeka sendiri. Dikatakan juga dahulu bahwa Wisma Pasanggarahan ini menjadi tempat rapat Belanda dengan Soekarno pada saat Soekarno berada di Sumatera.

Sampai saat ini, Pasanggrahan masih berdiri kokoh dan menjadi tempat penginapan para wisatawan yang berkunjung ke Kotanopan.

Sebagai bukti bahwa Kotanopan merupakan kota pejuang, di daerah ini dibangunlah Tugu Perintis Kemerdekaan pada tanggal 9 November 1988 di depan Pasanggrahan Kotanopan.

Tugu ini memiliki empat sisi yang berisi naskah proklamasi, naskah pembukaan UUD 1945, informasi pembangunan dan peresmian,serta 24 nama pahlawan yang sudah terdaftar dan mendapat SK dari pemerinrah RI. Tugu ini merupakan satu-satunya tugu yang dibangun di wilayah Sumatera Utara.

Nama ke 24 pahlawan yang tertulis dalam tugu tersebut ialah H.M. Ali Hanafiyah Lubis, Yahya Malik Nasution, Tinggi Lubis, Makmur Lubis, H. Ayyub Sulaiman Lubis, Abd. Aziz Lubis, Abd. Rahman Parinduri, H. Adam Malik Batubara, Abd. Hamid Lubis, Buyung Siregar, Muhiddin Nasution, Abu Kosim Daulay, Ilyas El Yusuf, H.M. Yunan Nasution, Muslim Arif Lubis, Ahmad Nasution, Abd. Gani Nasution, H. Marahsudin Chatib Hasibuan, Mangaraja Ihutan Lubis, Mangara Sayuti Lubis, Anwar Nasution, Adnan Nur Lubis, M. Phaid Matondang, Ayub Lubis, dan Kh. Ahmad Nasution.

Hari ini 10 Nopember tepat pada hari Pahlawan, sebagai bentuk penghormatan pada Pahlawan dari Mandailing, Bupati H.M.Jakfar Suheri Nasution pun melakukan Upacara Peringatan Hari Pahlawan serta tabur bunga ke makam para Pahlawan di TPU Desa Sayur Maincat di Kota Nopan.

Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi bertindak sebagai Inspektur upacara dalam memperingati hari pahlawan tersebut.

unsur Forkopimda Plus Pemkab Madina turut menyertai acara peringatan hari pahlawan ini.

Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi waktu diwawancarai mengajak kita untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam hati dan diri kita.

“marilah kita kenang jasa pahlawan kita yang telah gugur demi memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, karena apa yang kita nikmati sekarang ini merupakan hasil dari perjuangan mereka, tentu dengan siarah tabur bunga ini adalah salah satu cara kita untuk mengenang dan memperingati jasa pahlawan kita” papar Bupati Madina