Delapan Belas Ramadan, Ustad Nurdin Isi Kultum di Masjid Agung Nur Ala Nur

Panyabungan, Diskominfo – Pada bulan suci Ramadhan 1443 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) terus menjalankan program salat zuhur berjamaah dan tadarus di Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Panyabungan.

Pada hari ini, misalnya, Rabu (20/4/2022) setelah salat zuhur berjamaah Ustad H Ahmad Nurdin Nasution guru Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru memberikan kultum dengan tema Delapan Penghalang yang Membuat Manusia Tidak Bersemangat Beribadah.

Ustad Nurdin mengatakan pada bulan yang penuh berkah ini, semoga Allah SWT memberikan istiqomah kepada seluruh umat muslim di bulan Ramadan dengan berbagai macam kebaikan, sehingga mendapat ampunan dan kemuliaan dari Allah.

Delapan penghalang yang membuat tidak bersemangat ibadah diantaranya, empat yang berhubungan dengan aktivitas fisik dan empat yang berhubungan dengan perasaan.

Pertama, kata ustad Nurdin yang membuat tidak bersemangat beribadah, terlalu banyak makan dan minum.

Terlalu sibuk memikirkan makanan, kata ustad Nurdin akan membuat manusia tidak semangat dan membuat tubuh malas. Hal itu, menimbulkan kenikmatan dalam beribadah berkurang.

“Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidak makan malam, jika makan malam hanya berbuka puasa. Makannya juga tidak berlebihan,” Kata Ustad Nurdin.

Kedua, Terlalu lelah bekerja di waktu siang. Bekerja yang berlebihan, kata ustad Nurdin akan membuat manusia berat beribadah malam hari.

“Terlalu mengejar dunia juga menjadikan manusia tidak berkah,” ungkapnya.

Ketiga, dikarenakan kurang tidur siang. Islam mengajarkan untuk dipersilahkan tidur siang, agar bersemangat untuk beribadah.

Keempat, Ketika di waktu siang banyak melakukan maksiat. Barang siapa yang melakukan maksiat di waktu siang kata ustad Nurdin maka pada malam hari dia akan malas melakukan ibadah.

“Kita mohon kepada allah agar dosa kita diampuni allah dengan selalu beristighfar,” katanya.

Lebih lanjut, ustad Nurdin mengatakan alasan manusia tidak bersemangat beribadah malam dikarenakan menganggap Ramadan tahun tidak menjadi terakhir.

“Orang yang bersemangat beribadah di Ramadan tahun ini, dia yang menganggap ini sebagai Ramadan terakhirnya,” katanya.

Keenam, dengan tidak ada dendam kepada sesama hamba allah. Ustad Nurdin menyampaikan Allah tidak akan menerima ibadah orang yang memiliki dendam dan menyakiti hati orang lain.

Ketujuh, manusia yang tidak tahu makna dan manfaat yang diperintahkan allah.

Poin yang terakhir disampaikan ustad Nurdin, manusia belum betul-betul mendapat cinta Allah dan belum mencintai Allah.
“Orang yang mendapat cinta Allah maka Allah senang untuk merangkul dia untuk ke jalan Allah. Tidak ada yang membuat dia bahagia selain sujudnya di malam hari,” ungkapnya.(*)