Bupati Madina Lepas Peserta Event Madina Mountains Expedition 2022

Panyabungan – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution melepas Madina Mountains Expedition 2022 di Pelataran Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kamis (17/3/2022). Kegiatan ini masih rangkaian memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Madina.

Cuaca mendung tidak mengurangi semangat para peserta mengikuti event Mountains Expedition 2022 yang berlangsung pada 17-20 Maret 2022 ini. Ada 35 peserta yang mengikuti kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama Indonesia Offroad Federation (IOF) dan Pemkab Madina ini.

Pelepasan peserta Mountains Expedition 2022 itu juga dihadiri Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS, Munir Ponpes Musthafawiyah Purbabaru H. Mustafa Bakri Nasution, Kepala RSUD Panyabungan dr. Rusli Pulungan, dan anggota IOF.

Dalam sambutannya, Sukhairi mengucapkan selamat datang kepada para penyelenggara serta peserta offroad yang tergabung dalam Indonesia Offroad Federation (IOF) yang akan menjelajahi keindahan Bumi Gordang Sambilan.

Sukhairi juga mengucapkan terima kasih, karena Kabupaten Madina telah dijadikan lokasi pelaksanaan kegiatan yang memicu adrenalin ini.
“Semoga saudara-saudara peserta offroad ini merasa nyaman dan dapat menikmati keindahan alam di Kabupaten Madina. Sehingga, setelah kembali dari kabupaten ini nanti akan membawa kesan dan kenangan yang indah serta berkeinginan untuk kembali berkunjung ke Bumi Gordang Sambilan ini,” kata Sukhairi.

Sukhairi mengapresiasi panitia penyelenggara event ini. Dia berharap para peserta dapat menularkan semangat dan sportivitas kepada masyarakat Madina.

Sukhairi juga berharap event seperti ini diadakan secara berkesinambungan, sehingga dapat mempromosikan potensi Kabupaten Madina seperti keindahan alam, seni budaya, dan kearifan lokal masyarakat.

Menurut Sukhairi, nama setiap grup offroad ini menarik, karena menggunakan nama-nama makanan khas daerah Mandailing. Di antaranya, grup offroad Nyiro, Kipang, Inang-inang, Toge, Sambal Tuktuk, dan Kopi Mandailing.

“Semua panitia harus nyobain nama makanan ini, ya. Panitia harus bertanggung jawab, karena harus menyediakan makanan sesuai nama-nama kelompok,” kata Sukhairi.